Muhammad Syaiful Anam: Mewarnai Gelombang Keempat Peradaban Manusia

Hadirin peserta Rapat Koordinasi Nasional PPSDMS ketiga, bulan April lalu, dibuat terpesona dengan tayangan klip foto kilas balik sejarah PPSDMS. Walau terjadi sedikit gangguan teknis, tapi pesan yang ingin disampaikan cukup menyentuh dengan ilustrasi musik nan syahdu. Klip foto itu adalah besutan Muhammad Syaiful Anam, ST, alumni PPSDMS dari Regional 2 Bandung, Angkatan II (periode 2004-2006).
Setelah menamatkan studi di Fakultas Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2006, Anam segera bergabung dalam perusahaan multimedia yang memiliki motto indah: “The future belongs to those who believe the beauty of their dream”. Masa depan itu milik mereka yang percaya akan keindahan mimpinya! Perusahaan itu bernama resmi PT Famedia Tetrawarna, tapi merk gaulnya adalah “Click!creativeIT”. Kantor pusatnya di Jalan Titiran 7, Lantai 2, Bandung, tapi punya cabang di Jakarta. Beroperasi sejak 1 Juni 2007, meskipun idenya sudah terpikirkan sejak masa kuliah.
Tim eksekutif yang dipimpin Anam selaku Direktur Utama terdiri dari kawan sekuliah, yakni Della Devi (Direktur Keuangan), Ardian Febri (Direktur Operasional), dan Megawaty (Diektur Marketing). Model bisnis Famedia dirancang sebagai manifestasi semangat estetika, kemudaan, dan kreativitas yang berpadu dengan logika, teknologi dan tantangan masa depan. Maknanya, bukan sekadar bisnis biasa, tapi memberikan sense kuat pada dua aspek penting: seni dan teknologi informasi. Itulah cita-cita yang mereka pendam sejak masa studi.
Bisnis intinya berpangkal pada pemanfaatan media internet yang kini menjadi fenomena global bagi pemenuhan informasi individu, institusi, korporasi maupun negara. Anam dan koleganya menyadari betapa konvergensi media, broadband vs broadcast, mobile internet serta peningkatan kecepatan transfer data akan membuka peluang bisnis yang besar. Dalam dunia informasi tanpa batas saat ini, tidak hanya pengusaha-pengusaha besar di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa yang bisa berkembang pesat, tapi perusahaan lokal di kota Bangalore, India atau anak muda dari kota Bandung, Jawa Barat bisa mengembangkan produk yang laku keras di pasar global.
Ambil contoh, Azim Premji, pengusaha muda Muslim asal Bangalore yang disebut majalah Time sebagai “raja midas bisnis outsourcing” atau majalah BusinessWeek menyebutnya “macan Bangalore”. Ia terlahir sebagai anak pengusaha kacang minyak tanah, yang sempat kuliah di Universitas Stanford, Amerika Serikat. Saat ayahnya meninggal dunia, ia segera meneruskan perusahaan keluarga. Sejak itu mimpinya untuk mengalahkan perusahaan raksasa produsen komputer terkenal, IBM, semakin menggelora. Langkah pertamanya dimulai dengan membangun laboratorium komputer berukuran 6 X 6 meter dan mendirikan perusahaan dengan nama Wipro. Karena pemerintah India membuka keran impor komputer, maka Azim beralih bisnis pada pembuatan software (perangkat lunak) dan desain chip.
Perusahaan Azim berkembang pesat, sehingga menjadi penyedia jasa outsourcing software nomor wahid di dunia dengan memasok produk ke perusahaan terkenal, semisal General Electronic, Toshiba, Sanyo, hingga Microsoft. Pendiri Microsift, Bill Gates, memberikan kesaksian betapa semua perusahaan penyedia teknologi informasi yang kompleks akan sangat bergantung pada produk Wipro, sehingga Azim akhirnya dijuluki sebagai “Bill Gates Muslim dari India”. Tak heran, ia tercatat sebagai orang terkaya nomor 21 versi majalah Forbes tahun 2007. Semuanya berkat ketekunan dan kreativitas.
Cita-cita Anam mungkin lebih tinggi dari Azim, tapi bidang usahanya agak beda. Bisnis Anam fokus pada pengembangan multimedia content provider, film animasi, games developer, software house atau IT corporate solution. Bidang bisnis ini sekarang berkembang pesat dan akan memiliki pangsa pasar luas di masa datang. “Perhatian pasar saat ini tak hanya pada pengembangan pengetahuan dan pemecahan masalah kantor, tapi juga pemenuhan kebutuhan leisure (hiburan) dan pengembangan kreativitas. Karena itu, produk yang dihasilkan tidak hanya berkarakter cerdas, tapi juga berkualitas indah dan bernilai seni,” papar Anam, yang masih berstatus lajang, mengutip brosur perusahaannya.
Alvin Toffler pernah menyebut tiga gelombang peradaban manusia, yakni peradaban pertanian, industri dan informasi. Sebentar lagi, kita akan memasuki gelombang keempat (fourth wave), yang bisa disebut creative economy. Dalam bahasa Bill Gates disebut sebagai creative capitalism, sebuah jalan keluar bagi late capitalism yang sedang menghadapi tantangan berat. Anam dan generasinya sedang memainkan peran kunci untuk membentuk dan mewarnai dunia yang bergulir cepat.
Jasa yang disediakan Anam sangat beragam, mulai dari webdesign and development, enterprises resource planning yang meliputi executive management system, financial management, customer relations management, human resource management, supply management, hingga production management. Sejumlah perusahaan dan lembaga domestik serta asing pernah menjadi kliennya, antara lain: Yayasan Apikayu, Alumni GAMAIS (Keluarga Mahasiswa Islam) ITB, Hotel Amaris, PT Saka Gading Utama (Play!Comm), dan PT Quantum Business International. Semuanya merasakan sentuhan Anam dalam pembuatan web dan portal berita.
Sementara itu, PT Syntecist Prima memesan sistem informasi perusahaan (Mini ERP) dan telemarketing software untuk perbankan, Indonesia Business Link memesan video profile Young Entrepreneurs Star Up (YES) Program. Klien asing adalah Child Disaster Awareness for Schools and Communities yang berafilisasi AusAID memesan animasi content portal e-learning dan Saudi Arabian Airforce Academy yang memesan modul pembelajaran berbasis 3D dan VRML.
“Sekarang kami sedang memusatkan bisnis pada multimedia content provider dan pengembangan SME (Small Medium Enterprise) Solution, karena pangsa pasar di wilayah pendidikan dan usaha kecil-menengah sangat menjanjikan,” ujar Anam. Disamping terus mengembangkan bisnis, Anam tak melupakan kontribusi untuk almamater keduanya, PPSDMS. Ia akan segera bergabung membantu Bidang Kemitraan PPSDMS, terutama menangani fundraising bersama Bachtiar Firdaus, pengurus PPSDMS yang baru pulang studi dari Singapura dan menjabat Manajer Kemitraan.
Kita tunggu kreativitas Anam dan alumni PPSDMS lain untuk membangun peradaban baru yang lebih manusiawi dan bernilai ukhrawi tinggi. [spt]
wow … keren …
Wow…keren sekali PPSDMS
Saya ingin sekali bergabung untuk menegakkan khalifah Islam di Indonesia.
Bagaimana caranya? Saya anak UI, FISIP 2008.
Alhamdulillah, saya pilih partai kita semua,
Apakah berarti bisa kemungkinan besar diterima?
Tolong berilah aku gambaran kehdupan di pesantren PPSDMS. Soalnya saya sering sekali mendengar PPSDMS. Tapi saya benar-benar belum tahu lebih lanjut.
Kakak Syaiful Anam, antum pengurus juga. Saya pernah ketemu dengan kakak, walau hanya sekali.
Mohon sangat infonya. Saya benar-benar ingin berjuang demi tegaknya khalifah Islam.
Wassalam
Pejuang Ikhwan yang baik,
atau siapapun Anda, terutama yang peduli dengan kepemimpinan masa depan.
SIlakan mendaftar di website ppsdms.org, untuk periode berikutnya pasti ada pengumuman terbaru. Namun institusi ini merekrut banyak orang, dengan keutamaan aktif di organisasi, berprestasi, dan berbakat tanpa mengenal afiliasi politik tertentu. Saya yakin banyak yang potensial, termasuk Anda. Silakan bergabung dan enjoy your time.
Salam,
alumni keren