Menggapai Cita ke Mancanegara

Ismail faruqiMuhammad Ismail Faruqi, peserta PPSDMS Regional 2 Bandung, bersiap-siap untuk berangkat ke Negeri Sakura. Pada Februari nanti, mahasiswa ITB Jurusan Informatika itu akan menjadi research student di Osaka University, Jepang. Program beasiswa itu akan berlangsung satu setengah tahun. Jika prestasinya dinilai baik, maka dia dapat melanjutkan studi satu setengah tahun berikutnya untuk mendapat gelar magister bidang sains.

“Alhamdulillah, saya memperoleh kesempatan istimewa ini setelah melalui seleksi yang amat ketat,” ungkap Faruqi, yang lahir di Majalengka pada 4 Oktober 1986. Ada 600 orang lebih mahasiswa dari seluruh Indonesia yang ikut seleksi pada Juli 2007 silam. Dari seleksi tahap awal lulus 100 peserta yang harus diuji lagi kemampuannya berbahasa Ingris dan Jepang. “Bahasa Ingris saya cukup baik, sementara bahasa Jepang masih perlu bejalar lagi. Selain itu, saya juga belajar berbahasa Arab,” kata Faruqi.

Dengan modal di atas rata-rata, alumni SMU Negeri 1 Bogor itu, akhirnya dinyatakan lulus seleksi bersama 42 mahasiswa lainnya. Ia kini bertekad untuk memperdalam computer science demi memajukan kehidupan umat dan bangsa. Semasa kuliah, dia telah berpengalaman untuk menangani ICT market mapping di Bandung High Tech Valley dan mengembangkan payroll and employee information system di Koperasi Krakatau Steel Medika. Mahasiswa terbaik di jurusannya (pada tahun 2004 meraih IPK 3,6) itu bercita-cita untuk mendapat paten dari ilmu yang ditekuninya. Siapa tahu bisa mengikuti jejak Bill Gates dan Steve Jobs yang mendirikan perusahaan besar Microsoft dan Dell.

Faruqi adalah salah seorang peserta yang merasakan sentuhan PPSDMS dalam melejitkan prestasi akademiknya. Tahun 2007 lalu, sedikitnya dua peserta Regional I Jakarta, yakni Syafril Bandara dan Andi Irawan dari UI, yang belajar ke Jepang (Bunka Institute of Language of Tokyo) dan Selandia Baru.

Pada periode sebelumnya, sejumlah alumni PPSDMS menapaki cita-cita yang penuh tantangan itu. Alief Aulia Reza (UI) ke Norwegia (Live Science University), Shofwan al Banna (UI) ke Jepang (Ritsumeikan University), Azman Muammar (UI) ke Taiwan (National Cheng Kung University), M. Sholeh Nurzaman (UI) di Australia, Andi Tirta (UI) ke Korea Selatan, Dedi Purwanto (UGM) ke Malaysia (Universiti Teknologi Petronas), Ryan Anugrah Putra (UGM) ke Swedia (University of Boras), Nurhadi Sukma Waluyo (ITB) ke Arab Saudi (King Saud University), dan Fauzan Zidni (UI) ke Negeri Singa (National University of Singapore). Mereka untuk sementara menyepi dari hingar-bingar kondisi Tanah Air. Bila masa studi berakhir, maka mereka akan kembali untuk memberi kontribusi terbaik bagi kejayaan bangsa ini. [spt]